Apa Arti “AI” di Citrix?

Selama dua bulan saya bekerja di Citrix, saya telah berbicara dengan ratusan pelanggan, mitra, dan rekan kerja. Banyak dari percakapan itu membahas dampak AI terhadap dunia kerja, yang hampir selalu mengarah pada satu pertanyaan:

“Apa strategi AI-nya Citrix?”

Ini adalah pertanyaan penting, dan jadi fokus utama blog kali ini. Saya akan menjelaskan bagaimana kami memandang AI di Citrix dan bagaimana saya menjawab pertanyaan ini ketika ditanyakan.


AI Itu Luas dan Bisa Berarti Banyak Hal

Sebelum masuk ke arti AI di Citrix, mari kita bahas dulu arti AI secara umum. AI memang sedang tren—semua orang ingin menunjukkan posisi dan klaimnya. Sekarang ini banyak meme soal “AI washing”, “AI pixie dust”, atau sindiran seperti “tinggal tambahkan AI biar keren”.

Tapi buat saya pribadi, tidak masalah kalau tidak ada definisi tunggal soal AI. (Serius!)

Daripada berdebat apakah suatu produk itu “AI sungguhan” atau bukan, lebih baik fokus pada hal yang jauh lebih penting: teknologi berbasis AI sudah hadir, berkembang cepat, dan akan terus mengubah banyak hal. Kita tidak punya waktu untuk debat definisi akademis—kita perlu memahami dampaknya terhadap bisnis, dan bertindak cepat.

Singkatnya, kalau AI itu besar dan berantakan—itu tidak masalah. Kita bisa manfaatkan kekacauan itu.

Ini cara saya mengeksplorasi dampak AI dalam organisasi: pikirkan secara luas apa itu AI (boleh liar!), lalu pikirkan semua cara AI bisa hadir di perusahaan Anda.

Kembali ke topik utama: apa arti AI bagi Citrix?

Saat kami membicarakan AI di Citrix, biasanya kami melihatnya dari tiga sisi:

  1. AI dalam produk kami
  2. AI yang kami gunakan secara internal
  3. AI yang membentuk tempat kerja pelanggan kami

Kategori ini bisa berubah seiring waktu. Ini bukan hasil keputusan formal, tapi lebih merupakan pola dari berbagai percakapan tentang “AI di Citrix” yang saya rangkum setelah bicara dengan banyak orang.


1. AI dalam Produk Citrix

Ketika seseorang bertanya, “Citrix ngapain sih dengan AI?”, biasanya maksudnya adalah AI apa yang dibangun ke dalam produk dan layanan Citrix.

Ini hal yang paling mudah dipahami, karena sudah jelas AI akan jadi bagian penting dari produk-produk enterprise. Citrix sedang mengembangkan banyak fitur AI di sini, dan kami antusias untuk membagikannya nanti. Saya tidak akan mendahului tim produk yang akan berbagi lebih lanjut, tapi yang jelas: ya, kami sedang menyematkan fitur berbasis AI ke dalam produk utama Citrix.


2. AI yang Digunakan Secara Internal

Cara lain AI berperan di Citrix adalah bagaimana kami menggunakannya secara internal untuk mendukung operasional bisnis.
Seperti banyak perusahaan lain, kami punya program formal sekaligus eksperimen yang dimulai oleh karyawan secara mandiri.

Ini sudah berjalan sebelum saya bergabung, dan justru ini yang menarik saya ke Citrix (dan Cloud Software Group). Perusahaan ini punya kebijakan penggunaan AI yang jelas, bijak, dan mendorong eksplorasi. Sebagai karyawan baru, saya langsung merasa bahwa rekan-rekan saya di Citrix sudah paham pentingnya AI dan berpikiran terbuka terhadap masa depan.

Ini bukan sekadar inisiatif IT, dan bahkan lebih luas dari Citrix. Pimpinan Cloud Software Group—termasuk COO, CIO, CISO, dan CHRO—ikut terlibat aktif dalam pembahasan. Mereka paham bahwa cara kita menggunakan AI akan memengaruhi budaya kerja, kecepatan inovasi, dan masa depan organisasi.

Ke depan, saya akan mengajak mereka membagikan pandangan mereka soal AI, dunia kerja modern, serta bagaimana AI mendukung para pekerja dan proses bisnis kita.


3. AI yang Membentuk Tempat Kerja Pelanggan

Kategori ketiga ini adalah yang paling sering saya pikirkan, dan saya sebut sebagai “Workplace AI”—AI dalam dunia kerja.

Kita sedang berada di masa di mana para pekerja membawa AI ke lingkungan kerja mereka—kadang dengan izin, kadang tidak. Pelanggan kami merasakan ini secara langsung. Mereka tahu tren ini tidak akan melambat, dan mereka perlu mendukung dan mengamankan pekerja dan aplikasi mereka, apakah itu murni manusia, AI, atau gabungan keduanya.

Di sinilah peran Citrix menjadi sangat penting.

Kami sudah puluhan tahun membantu pelanggan mengamankan lingkungan kerja mereka, dan kami akan terus melakukannya, termasuk ketika AI semakin terlibat dalam proses kerja. Bukan dengan cara membatasi, tapi justru dengan memberi platform yang memungkinkan pekerja memanfaatkan AI tanpa kehilangan visibilitas dan kontrol.

(Masih banyak yang akan dibahas soal ini—nantikan blog saya berikutnya.)


Anda Juga Perlu Melakukan Hal Ini di Perusahaan Anda

Saya berharap penjelasan di atas memberi gambaran bagaimana Citrix memandang AI. Tapi lebih penting lagi: semoga Anda juga terinspirasi untuk menerapkan hal serupa di perusahaan Anda.

Saat seseorang bertanya, “Apa strategi AI kita?”, tanyakan balik, “Maksud kamu yang mana?”
Apakah maksudnya membangun AI ke dalam produk? Mengembangkan chatbot? Memberi akses ke copilot? Mengelola “shadow AI” dari karyawan? Atau yang lain?

Kemungkinan besar, setiap orang akan punya pemahaman berbeda soal AI. Dan itu bagus! Anda tinggal mulai mengelompokkan pembahasan seperti yang saya lakukan di sini, lalu pikirkan bagaimana Anda bisa menangani masing-masing bagian secara terpisah.

Kategori Anda mungkin berbeda, bisa saja ada lebih dari tiga. Tidak masalah model atau framework mana yang dipakai—yang penting adalah Anda mulai mengorganisasi pendekatan AI Anda ke dalam “keranjang” yang jelas, supaya semua tim bisa bicara dengan bahasa yang sama dalam konteks yang tepat.

Itulah langkah pertama menuju strategi AI yang nyata.


Ingin ikut diskusi? Silakan diskusikan postingan ini di LinkedIn atau Bluesky.
Lihat semua tulisan saya di halaman penulis di blog Citrix (atau melalui RSS).


Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan citrix indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi citrix.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!