Bagaimana Masa Depan Pekerjaan Berbasis Pengetahuan dalam 18 Bulan? Lihat Dampak AI pada Dunia Coding Saat Ini

Saat ini, banyak orang membicarakan bagaimana kecerdasan buatan (AI) sedang mengubah dunia software engineering. Namun, sebagian besar pekerja kantoran atau knowledge workers (seperti analis, marketer, konsultan, dll) menganggap bahwa perubahan ini hanya terjadi di dunia coding.

Padahal, anggapan itu keliru.

Perubahan yang terjadi pada developer hari ini kemungkinan besar akan segera terjadi juga pada pekerjaan berbasis pengetahuan.

5 Level Penggunaan AI dalam Coding

Seorang CEO dari Glowforge, yaitu Dan Shapiro, memperkenalkan konsep 5 level penggunaan AI dalam coding. Konsep ini bisa membantu kita memahami bagaimana AI akan memengaruhi pekerjaan di masa depan.

Mari kita bahas secara sederhana:

Level 0: AI sebagai alat bantu kecil

Di tahap ini, AI hanya membantu sedikit, seperti auto-complete atau pencarian. Semua pekerjaan masih dilakukan manusia.

Level 1: AI sebagai “intern”

AI mulai membantu tugas-tugas kecil, seperti membuat kode sederhana atau dokumentasi. Pekerjaan jadi lebih cepat, tapi tetap dikendalikan manusia.

Level 2: AI sebagai “junior”

AI sudah menjadi partner kerja. Banyak tugas rutin diserahkan ke AI, sehingga produktivitas meningkat drastis.

Level 3: AI sebagai “pekerja utama”

Di sini, AI yang mengerjakan sebagian besar pekerjaan. Manusia berperan sebagai pengawas yang mengecek hasil.

Level 4: AI sebagai tim

AI bekerja seperti satu tim lengkap. Manusia hanya memberikan instruksi dan mengecek hasil secara umum.

Level 5: AI sebagai “pabrik otomatis”

AI bekerja seperti sistem otomatis penuh. Anda hanya memberikan tujuan, dan AI mengerjakan semuanya dari awal sampai selesai.

Dampaknya ke Pekerjaan Non-Teknis

Menurut banyak pengamat, termasuk Nate B. Jones, perubahan ini tidak hanya terjadi di dunia coding.

Jika kita ganti istilah “coding” dengan “pekerjaan” secara umum, pola yang sama akan terjadi.

Misalnya:

  • “kode” → hasil kerja (laporan, presentasi, email)

  • “developer” → pekerja pengetahuan

  • “testing” → evaluasi kualitas kerja

Artinya, AI akan mengubah cara kita bekerja secara menyeluruh.

5 Level AI dalam Pekerjaan Sehari-hari

Mari kita lihat bagaimana 5 level tadi jika diterapkan pada pekerjaan non-teknis:

Level 0: AI sebagai mesin pencari

Anda tetap mengerjakan semuanya sendiri. AI hanya membantu mencari informasi atau memberi saran kecil.

Level 1: AI sebagai asisten

AI membantu tugas sederhana seperti:

  • Merangkum dokumen

  • Membuat draft email

  • Memberi ide awal

Namun, Anda tetap membuat hasil akhirnya.

Level 2: AI sebagai partner kerja

Anda mulai bekerja bersama AI. Banyak tugas rutin diserahkan ke AI, sehingga pekerjaan terasa lebih cepat dan ringan.

Level 3: AI sebagai “pekerja utama”

AI mulai menghasilkan sebagian besar pekerjaan:

  • Presentasi

  • Analisis pasar

  • Laporan

Anda hanya mengecek, mengedit, dan memastikan kualitasnya.

Level 4: AI sebagai tim strategi

Anda tidak lagi membuat detail pekerjaan. Anda hanya:

  • Menentukan tujuan

  • Menjelaskan kriteria hasil yang diinginkan

  • Memberi arahan

AI yang mengerjakan semuanya.

Level 5: AI sebagai “pabrik pengetahuan”

Anda hanya menentukan tujuan bisnis. AI akan:

  • Menentukan strategi

  • Membuat laporan

  • Mengevaluasi hasil

  • Menyempurnakan output

Semua berjalan otomatis seperti sistem “black box”.

Tantangan Terbesar: Memastikan Hasil AI Benar

Semakin tinggi levelnya, muncul satu pertanyaan penting:

Bagaimana kita tahu hasil AI itu benar?

Di dunia coding, masalah ini diatasi dengan sistem testing otomatis.

Di dunia pekerjaan umum, solusinya adalah:

  • Menentukan standar kualitas dengan jelas

  • Membuat kriteria keberhasilan

  • Menggunakan AI lain untuk mengecek hasil

Contohnya:

  • Apakah analisis ini mempertimbangkan kompetitor?

  • Apakah rekomendasi ini realistis?

  • Apakah keputusan ini masuk akal bagi manajemen?

Dengan cara ini, AI bisa “mengecek” AI lainnya berdasarkan aturan yang dibuat manusia.

Masa Depan Pekerjaan Sudah Dimulai

Saat ini, banyak perusahaan masih berada di Level 1 atau Level 2. Namun, perkembangan AI sangat cepat.

Jika developer saat ini sudah mencapai Level 4 atau 5, maka pekerjaan lain kemungkinan akan menyusul dalam waktu 1–2 tahun ke depan.

Perubahan Peran Manusia

Seiring perkembangan ini, peran manusia juga berubah:

  • Dulu: fokus membuat pekerjaan

  • Sekarang: fokus mengarahkan AI

  • Nanti: fokus menentukan tujuan dan mengevaluasi hasil

Dengan kata lain, skill yang dibutuhkan bukan lagi “mengerjakan”, tapi:

  • Berpikir strategis

  • Memberi instruksi yang jelas

  • Menilai kualitas hasil

Kesimpulan

AI bukan hanya mengubah dunia teknologi, tetapi juga seluruh jenis pekerjaan berbasis pengetahuan.

Dalam waktu dekat, cara kita bekerja akan berubah dari:

  • “Saya mengerjakan semuanya”
    menjadi

  • “Saya mengarahkan AI untuk mengerjakan”

Namun, tantangan baru juga muncul, terutama dalam hal:

  • Validasi hasil

  • Pengawasan

  • Tata kelola (governance)

Perusahaan yang siap beradaptasi akan mendapatkan keuntungan besar. Sebaliknya, yang tidak siap bisa tertinggal.

Jadi, pertanyaannya bukan lagi “apakah AI akan mengubah pekerjaan kita?”, tetapi:

“Seberapa cepat kita bisa beradaptasi dengan perubahan ini?”

Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan citrix indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi citrix.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!