Sebagian besar waktu saya di Citrix dihabiskan untuk mengeksplorasi, berdiskusi, dan merencanakan bagaimana kecerdasan buatan (AI) akan memengaruhi dunia kerja, khususnya pekerjaan berbasis pengetahuan (knowledge work). Namun, belakangan saya menyadari bahwa belum ada pemahaman bersama mengenai hal ini, sehingga diskusi seputar evolusi AI sering membingungkan.
Untuk itu, saya membagikan sebuah kerangka praktis berupa 7 tahap perkembangan penggunaan AI di tempat kerja. Kerangka ini membantu kita memahami perjalanan dari penggunaan AI sederhana, hingga masa depan di mana agen AI sepenuhnya otonom bisa mengatur alur kerja kompleks dalam sebuah perusahaan.
Gunakan 7 tahap ini untuk melihat bagaimana pekerja di perusahaan Anda menggunakan AI, bagaimana teknologinya akan berkembang dalam beberapa tahun ke depan, dan bagaimana organisasi bisa mendukung sekaligus mengamankan proses tersebut.
Tahap 1: Tugas sederhana, “prompt and paste” (2023)
Tahap pertama dimulai setelah ChatGPT dirilis pada akhir 2022. Para pekerja mulai menggunakan AI untuk tugas ringan seperti meringkas dokumen, membuat draft email, atau menerjemahkan teks. Prosesnya sederhana: ketik prompt, dapatkan jawaban, lalu copy-paste ke aplikasi lain.
Di sini, AI masih menjadi asisten ringan untuk tugas kecil, bukan bagian dari alur kerja utama.
Tahap 2: Kolaborasi yang lebih dalam (2024–2025)
Berbeda dengan tahap pertama, pada tahap ini pekerja mulai menggunakan AI untuk tugas kognitif yang lebih kompleks. Contohnya: menganalisis kumpulan dokumen, membuat strategi, menyusun rencana proyek, menganalisis data, hingga menulis kode.
Perubahan besar di tahap ini adalah: AI bukan hanya membuat pekerjaan lebih cepat, tetapi juga memperluas kemampuan pekerja, melahirkan apa yang disebut “superworker”.
Namun, di tahap ini risiko juga meningkat. Banyak data perusahaan masuk ke model AI, dan sebagian “pemikiran” pekerja mulai bergantung pada AI. Perusahaan harus waspada.
Tahap 3: AI melihat layar Anda (paruh kedua 2025)
Tahap berikutnya terdengar seperti fiksi ilmiah, tapi sudah mulai nyata. AI dapat melihat layar pekerja untuk memberi bantuan kontekstual. Contoh: Microsoft Copilot Vision di Windows atau Google Gemini di Chrome.
AI menjadi asisten yang selalu hadir (ambient). Pekerja bisa bertanya, “Apa yang harus saya lakukan di sini?” dan AI langsung paham konteksnya.
Namun, ini menimbulkan masalah besar soal privasi dan keamanan data. Apa yang sebenarnya dilihat AI? Apakah datanya disimpan atau dilatih ulang? Bagaimana cara perusahaan mengontrolnya?
Tahap 4: AI menggunakan komputer untuk Anda (2026)
Jika AI bisa melihat layar, maka langkah selanjutnya adalah AI mengoperasikan komputer langsung: menggerakkan mouse, mengetik, membuka aplikasi, atau mengisi formulir.
Agen jenis ini disebut Computer-Using Agents (CUAs). Mereka mirip dengan RPA (Robotic Process Automation), tetapi lebih fleksibel karena bisa diperintah dengan bahasa alami.
Pada tahap ini, pekerja bisa memberi instruksi, lalu AI menjalankan langkah-langkah kecil. Namun, AI masih butuh “scaffolding” dari manusia—yaitu kerangka kerja dasar agar AI tahu konteks pekerjaannya.
Tahap 5: AI bekerja sendiri tanpa pengawasan (2026+)
Seiring meningkatnya kepercayaan, pekerja akan mulai membiarkan agen AI bekerja tanpa pengawasan langsung.
Walau begitu, AI masih berbasis tugas: manusia memberi arahan, AI menjalankan langkah-langkah. Infrastruktur baru akan dibutuhkan, seperti sandboxing, audit, checkpoint, hingga identitas login khusus untuk AI (contohnya Microsoft Entra ID for AI Agents).
Artinya, AI mulai diperlakukan layaknya pekerja digital dengan identitas sendiri.
Tahap 6: Komunikasi antar agen AI (2027+)
Di tahap ini, banyak agen AI akan saling berkoordinasi. Satu agen bisa memicu agen lain untuk menyelesaikan sub-tugas, lalu mengembalikan hasilnya.
Pekerja manusia berperan sebagai orchestrator: mendesain kerangka besar, lalu membiarkan AI mengisi detailnya.
Ini mengubah peran manusia dari “pelaku” menjadi pengawas strategis.
Tahap 7: Pekerjaan diorkestrasi penuh oleh AI (2028+)
Tahap terakhir adalah ketika AI mampu mengatur alur kerja berskala besar yang melibatkan manusia, agen AI lain, dan berbagai sistem.
Di sini, AI akan menyesuaikan antarmuka kerja sesuai kebutuhan manusia: apakah berupa layar laptop, aplikasi ponsel, percakapan suara, atau avatar virtual. Semua bisa diatur otomatis oleh AI.
Namun, tantangan terbesar bukan di teknologinya, melainkan di lapisan orkestrasi yang mengatur interaksi manusia dan AI. Itu akan menjadi investasi besar bagi perusahaan.
Apa Artinya untuk Perusahaan Anda?
Perjalanan melalui 7 tahap ini akan berbeda bagi tiap perusahaan, industri, bahkan tiap individu. Yang penting bukan detail tiap tahap, tapi memahami arah perubahannya.
Banyak pekerja saat ini sudah berada di Tahap 2 dan mulai bereksperimen di Tahap 3. Tahap selanjutnya bisa datang lebih cepat dari perkiraan. Maka, yang paling penting adalah apakah lingkungan kerja perusahaan siap menyerap perubahan tersebut.
Perusahaan tidak perlu membuat model AI sendiri. Yang diperlukan adalah:
- Memahami bagaimana pekerjaan dilakukan.
- Mengetahui siapa (atau apa) yang melakukannya.
- Memastikan prosesnya bisa diamati, dipercaya, dan dikontrol.
Pada akhirnya, tantangan terbesar bersifat budaya, bukan teknis. Akan ada resistensi, keterbatasan otonomi AI, dan pertanyaan baru tentang peran manusia dalam eksekusi kerja.
Citrix percaya bahwa perusahaan tidak perlu membangun sistem baru dari nol. Agen AI akan tetap menggunakan aplikasi, desktop, browser, dan SaaS yang sudah dipakai manusia saat ini. Dengan secure workspace model, perusahaan bisa menegakkan kebijakan, mengontrol akses, memantau aktivitas, dan menjaga visibilitas — baik pekerjanya manusia maupun AI.
Citrix sudah melakukan ini selama lebih dari 30 tahun, dan kini model yang sama bisa diterapkan untuk pekerja AI.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan citrix indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi citrix.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
